Memahami Masalah Makan Di Antara Balita


Memahami Masalah Makan Di Antara Balita - Tahun balita biasanya merupakan tahun di mana balita mengalami masalah makan. Mereka cenderung menjadi lebih sensitif tentang rasa, bau, dan tekstur makanan yang disajikan kepada mereka. Sensitivitas ini memungkinkan balita untuk makan lebih banyak, menjadi pemilih makanan, atau makan lebih sedikit.

Berurusan dengan berbagai masalah makan di kalangan balita dapat membuat frustasi bagi beberapa orang tua. Mereka harus berurusan dengan perubahan perilaku makan anak mereka. Untungnya, sebagian besar masalah yang terkait dengan perilaku makan balita hanya bersifat psikologis.

Karena balita memiliki input sensorik dan tingkat sensitivitas yang berbeda, mereka sering mengembangkan persepsi yang berbeda tentang makanan yang disajikan kepada mereka. Beberapa dari mereka mungkin makan berbagai jenis makanan, sementara yang lain cenderung menjadi pemilih makanan. Pemakan pilih-pilih adalah mereka yang hanya makan jenis makanan tertentu. Pilih-pilih makanan tidak akan menjadi masalah bagi orang tua jika makanan yang disukai balita mereka masih sehat dan tidak mempengaruhi kesehatan mereka secara keseluruhan. Memberi mereka suplemen vitamin akan membantu balita mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan tubuh mereka. Bagi anak-anak yang menjadi pemilih pada makanan baru yang disajikan kepada mereka, akan lebih baik bagi orang tua untuk memperkenalkan mereka sedikit demi sedikit. Mereka dapat memasukkan item baru ke makanan yang sudah disukai balita mereka.

Jika beberapa balita cenderung menjadi pemilih makanan, yang lain cenderung menjadi makan berlebihan. Kebanyakan orang tua khawatir bahwa kemampuan balita mereka untuk makan berlebihan dapat menyebabkan obesitas, yang jika tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung dan diabetes. Obesitas juga dapat memengaruhi harga diri dan kepercayaan diri balita. Orang tua dapat membantu anak-anak mereka mengembangkan kebiasaan makan yang sehat dengan memberi mereka makanan ringan yang bergizi, membantu mereka mengendalikan makanan yang emosional, dan membuat mereka terbiasa dengan makanan sehat seperti sayuran dan buah-buahan.

Kekhawatiran lain dari orang tua tentang kebiasaan makan balita mereka adalah kesukaan mereka pada junk food. Balita selalu suka makan makanan yang memiliki kandungan kalori tinggi dan tidak memiliki nilai gizi. Orang tua harus mencegah balita mereka dari makan jenis makanan ini karena beberapa dari mereka diyakini dapat menurunkan kecerdasan kecerdasan anak (IQ). Karena tidak disarankan untuk melarang makanan dari balita, satu-satunya hal yang dapat dilakukan orang tua adalah mengganti makanan ini dengan versi yang serupa tetapi lebih sehat. Akan lebih baik jika mereka menjauhkan makanan tidak sehat dari jangkauan dan pandangan balita.

Selain dari penyebab psikologis, penolakan balita untuk makan makanan mungkin disebabkan oleh kondisi fisik. Balita yang sering muntah atau batuk saat makan mungkin menderita kondisi yang dikenal sebagai Disfagia. Ini adalah kelainan yang membuat sulit bagi balita untuk menelan makanan. Orang tua yang percaya bahwa anak-anak mereka menderita Disfagia harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk kemungkinan pilihan perawatan. Disfagia yang tidak diobati dapat menyebabkan kekurangan gizi dan dehidrasi.

Saat balita tumbuh, penting bahwa mereka makan makanan bergizi agar tetap sehat. Namun, berbagai perubahan perilaku balita ini dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan seperti masalah makan. Untuk menjaga kesehatan balita mereka, orang tua harus tahu cara mengatasi masalah ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel