Tips Gizi Ramadhan - Makanan Yang Baik Untuk Orang Yang Berpuasa


Tips Gizi Ramadhan -  Makanan Yang Baik Untuk Orang Yang Berpuasa - Dengan dimulainya puasa Bulan Suci Ramadhan, saya menyerukan semua untuk mengubah gaya hidup Anda. Ini adalah kesempatan Anda untuk membangun gaya hidup sehat untuk mencegah penyakit dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Gaya hidup sehat tergantung pada diet seimbang sehat dan olahraga teratur setiap hari.

Pertama: Mengadopsi diet seimbang yang sehat dan terintegrasi ke: Pilih variasi ketika Anda memilih makanan untuk dimakan, untuk memasukkan kelompok makanan utama di Iftar (sarapan setelah shalat Magrib) dan Sahur (makan sebelum sholat Subuh) makan, Bersikaplah moderat, khususnya dalam makanan berbuka puasa dan sahur. Ikuti "MyPlate" atau "Healthy Eating Plate" Harvard untuk mengontrol ukuran porsi makanan, Tambahkan dan tingkatkan asupan harian Anda dari makanan padat nutrisi, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, kacang-kacangan, ikan, dan produk kedelai, Tingkatkan asupan serat harian Anda, untuk memperlambat pencernaan, merasa kenyang, dan tidak merasa lapar, Bersikaplah moderat dalam menggunakan lemak baik, Kurangi sebanyak mungkin dari makanan bernutrisi yang buruk, seperti permen pada umumnya, permen Ramadhan Luqaimat, Qataief manis, Kentang Goreng, makanan goreng, dan minuman dan jus manis pada umumnya. Kedua: Makan dengan Perhatian Penuh

Membuat Anda: Nikmati makanan yang Anda makan, Makan perlahan dan kunyah dengan seksama, Merasa kenyang dan kenyang dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan makan cepat, Mencerna lebih baik, menghindari gangguan pencernaan, Pergerakan buang air besar yang lebih baik Karena waktu puasa di bulan Ramadhan tahun ini adalah antara 14 hingga 16 jam, lebih mungkin: merasa lapar sebelum berbuka puasa. Merasa lapar bervariasi dari satu orang ke orang lain dan sesuai dengan status kesehatan seseorang, penyimpanan glukosa dalam tubuh orang yang berpuasa berkurang. Jadi Anda harus mulai berbuka puasa dengan tiga Tanggal atau kurma segar (Rutab), mengikuti tradisi Nabi dan Sunnah. Makan tiga tanggal setelah berjam-jam akan: meningkatkan kadar gula darah ke tingkat normal sebelum puasa, memberi orang otak dan saraf puasa kebutuhannya dari gula sederhana, glukosa, dan itu membuat orang yang berpuasa tenang, rileks, dan makan perlahan di Iftar, mengamankan energi untuk orang yang berpuasa dan menyegarkannya. Ketiga: Asupan yang seimbang dan lancar di bulan Ramadhan

Salah satu komplikasi kesehatan utama di bulan suci Ramadhan adalah dehidrasi. Dehidrasi biasa terjadi selama puasa Ramadhan dan pada cuaca panas dan berat, seperti yang terjadi sekarang di Arab Saudi dan Negara-negara Teluk Arab lainnya.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam (Eur J Clin Nutr. 2003 Des; 57 Suppl 2: S30-8), mereka tidak menemukan efek kesehatan langsung yang merugikan terkait dengan keseimbangan cairan negatif.

Anda perlu minum setidaknya 2 liter air dan cairan antara Iftar dan Sahur. Jika Anda tidak memenuhi kebutuhan cairan tubuh Anda, risiko dehidrasi Anda meningkat.
Lansia harus mewaspadai dehidrasi. Jika mereka tidak bisa mengelolanya, mereka harus menemui Dokter mereka.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel